
Jakarta...jakarta.... tiada hari yang bisa buat kita bernafas sejenak.
Itulah gambaran kota jakarta dari 10 tahun yg lalu dimana saya datang ke jakarta sampai sekarang dimana kesibukan, keramaiaan, kebisingan saya hadapi tiap hari, tiap jam, tiap menit tidak pagi, siang atau malam dan tidak ada waktu untuk bernafas sejenak melenturkan otot2 tubuh kita, dan menghirup udara segar dipagi hari. Kapan ya jakarta bisa menjadi tempat yang asri buat tempat tinggal kita, tempat tinggal anak cucu kita ???????????? mimpi kali ya... yang ada malahan jakarta akan menjadi pusat pertaruhan hidup dan mati semua orang yang ingin mengadu nasib hidup di jakarta.
Mungkin suatu saat nanti kita akan sadar bahwa jakarta jangan diexploitasi untuk mencari kekayaan, kemakmuran, kejayaan yang nantinya akan dibayar oleh kerusakan alam, kehancuran budaya dan kehancuran moral anak bangsa. Tapi mari coba kita benahin pelan2 kota jakarta ini dengan kesadaran diri masing2 untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan meskipun hanya berupa menanam sebuah pohon di halaman rumah kita. Langit dan awan menangis melihat kita di jakarta begitu rakus akan kekayaaan, rakus akan kejayaan, mementingkan kekeyangan perut sendiri, tanpa menjaga kekayaan udara yang semakin menipis terbakar oleh keserakahan manusia.



