Sering kali orang menilai kesuksesan hidup hanya dari ukuran fisik dan materi. Banyak orang merasa sukses bila telah menjadi kaya,terpandang atau punya jabatan tinggi. Namun benarkah hal-hal tsb menjadi indikator kesuksesan yang sesungguhnya ?
Untuk menjawab pertanyaan diatas, diperlukan pemahaman yang benar terhadap makna sukses. Makna sukses tidak boleh dipersempit menjadi hanya sebatas pencapaian hal-hal duniawi. Islam sebagai agama rahmatan lil'alamin sesungguhnya telah memberikan bimbingan kepada kita untuk mencapai sukses yang sejati.
Ada 3 hal yang menjadi ukuran kesuksesan sejati. Pertama, bermanfaat bagi orang lain. Rasulluah SAW bersabda," sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain." ( HR Muslim ).
Didalam kehidupan sehari-hari, manusia yang paling banyak memberikan manfaat akan disenangi oleh banyak orang. Bila orang-orang sudah senang kepada kita karena manfaat yang kita tebarkan pada mereka, hati kitapun akan senang dan bahagia. Secara pribadi, kita merasa puas. Dan dimata orang lain kita dinilai baik. Disisi Allah kita mendapatkan penghargaan yang tinggi seperti dalam hadits diatas.
Kedua, Keseimbangan Hidup. Dimana Allah SWT berfirman " Dan, carilah pada apa yang telah dianugrahkan Allah kepadamu ( kebahagiaan ) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugrahkan Allah kepadamu, dan janganlah kamu lupakan bagianmu dari kenikmatan duniawi... ( QS Alqashash 28 : 77 ). Ayat ini menerangkan kepada manusia agar menjaga keseimbangan ( tawazun ) dalam kehidupan. Tujuannya, tak lain agar tercapai kebaikan hidup bagi kita dan terpenuhinya hak-hak orang lain dengan prinsip keseimbangan itu.
Ketiga, Khusnul Khatimah ( akhir yang baik ). Rasullullah SAW dalam doanya pernah meminta kepada Allah SWT, " Ya Allah jadikanlah sebaik-baik umurku pada akhirnya, sebaik-baik amalku pada penutupnya, dan sebaik-baik hari adalah hari ketika aku berjumpa dgn-Mu. Doa ini mengisyaratkan harapan Rasullulah untuk mendapatkan kebaikan pada saat-saat terakhir. Salah satunya adalah saat menutup hidup dan usianya dalam keadaan beriman, taat, dan beribadah kepada Allah.
Nah tunggu apalagi mari upayakan ketiga hal diatas dalam kehidupan sehari-hari sehingga kita bisa menjadi manusia yang meraih kesuksesan sejati.
Senin, 28 Juli 2008
Kamis, 24 Juli 2008
Arti sebuah Waktu
Semilidetik Untuk Meraih Emas
Jika setiap pagi bank memberi anda pinjaman uang sebesar Rp. 86.400,- bebas untuk digunakan hanya pada hari itu saja, apa yang anda lakukan? Pastinya anda akan memanfaatkan uang itu sebaik-baiknya sebelum hari itu berakhir. Daripada hangus begitu saja, ya kan?
Kita semua memiliki bank seperti itu, namanya WAKTU. Setiap pagi, ia akan memberi anda pinjaman 86.400 detik yang akan hangus jika tidak digunakan pada hari itu juga. Tidak ada waktu tambahan dan tidak ada juga “uang muka” untuk pinjaman esok harinya.
Jadi, gunakan waktu anda sebaik-baiknya dan mulailah bertindak sekarang juga.
Agar tahu pentingnya waktu SETAHUN, tanyakan pada murid yang tidak naik kelas.
Agar tahu pentingnya waktu SEBULAN, tanyakan pada ibu yang melahirkan bayi prematur
Agar tahu pentingnya waktu SEHARI,tanyakan pada tukang bakso yang tidak bisa jualan
hari ini.
Agar tahu pentingnya waktu SEMENIT,tanyakan pada orang yang ketinggalan pesawat terbang
Agar tahu pentingnya waktu SEMILIDETIK, tanyakan pada peraih medali perak cabang renang di Olimpiade
Waktu adalah uang, kesempatan dan penghargaan hidup maka manfaatkan waktumu sebaik mungkin...good luck
Jika setiap pagi bank memberi anda pinjaman uang sebesar Rp. 86.400,- bebas untuk digunakan hanya pada hari itu saja, apa yang anda lakukan? Pastinya anda akan memanfaatkan uang itu sebaik-baiknya sebelum hari itu berakhir. Daripada hangus begitu saja, ya kan?
Kita semua memiliki bank seperti itu, namanya WAKTU. Setiap pagi, ia akan memberi anda pinjaman 86.400 detik yang akan hangus jika tidak digunakan pada hari itu juga. Tidak ada waktu tambahan dan tidak ada juga “uang muka” untuk pinjaman esok harinya.
Jadi, gunakan waktu anda sebaik-baiknya dan mulailah bertindak sekarang juga.
Agar tahu pentingnya waktu SETAHUN, tanyakan pada murid yang tidak naik kelas.
Agar tahu pentingnya waktu SEBULAN, tanyakan pada ibu yang melahirkan bayi prematur
Agar tahu pentingnya waktu SEHARI,tanyakan pada tukang bakso yang tidak bisa jualan
hari ini.
Agar tahu pentingnya waktu SEMENIT,tanyakan pada orang yang ketinggalan pesawat terbang
Agar tahu pentingnya waktu SEMILIDETIK, tanyakan pada peraih medali perak cabang renang di Olimpiade
Waktu adalah uang, kesempatan dan penghargaan hidup maka manfaatkan waktumu sebaik mungkin...good luck
ARIS JANUARISMAN
Sebelumnya saya tidak pernah mengikuti acara Indonesian Idol yang sering di tayangkan di televisi. Sebuah acara untuk mencari bakat seorang penyanyi. Tapi saya sempet melihat audisi indonesian idol melalui youtube.com dan disitu saya di bukakan mata saya melihat sosok seorang pemuda dgn penampilan sederhana dan sebuah gitarnya mengikuti audisi dan hati saya mengatakan dia akan jadi Bintang siapa dia yaitu Aris Januarisman.
Dengan kesederhanaan penampilan dan kekuatan vocalnya dia memukau semua juri dan membuat Titi Dj sempet meneteskan air mata hanya dalam waktu sekian detik menyanyi. Itulah Allah memberikan kelebihan kepada Januarisman walaupun dia hanya seorang pengamen jalanan yang syarat dengan kehidupan yang susah dan keras tapi semangat untuk succes selalu ingin dikobarkan.
Hikmah yang bisa diambil dari sosok Aris Januarisman dengan kepolosan kekuatan vocalnya adalah setiap orang pasti punya masa depan dan masa depan itu hanya bisa di raih dengan keuletan, kesabaran, kenyakinan akan kemampuan diri, belajar dan belajar untuk maju setiap waktu, pengalaman hidup pahit jadi guru yang mahal.
Selamat buat Aris Januarisman, loe kereeen habis... melangkah trus ke depan jadi seseorang yang berharga buat keluarga kamu.
Kamis, 17 Juli 2008
Tips Sukses Menjual Sebelum Berjualan
Pernahkah ketika sedang berjalan di mall, anda dihadang antrian sales yang bergantian menyodorkan brosur? Atau, penjual yang terus saja mengikuti langkah anda sambil membabi buta menawarkan suatu produk?
Apa respon anda? Kecil kemungkinan anda akan tertarik dengan produk mereka, melirik pun tidak. Begitu juga dengan prospek anda yang sudah jenuh dengan berbagai promosi dan iklan. Mereka sudah kebal dengan cara-cara using seperti itu.
Menurut saya, anda harus bisa sukses menjual sebelum berjualan. Lho, belum jualan kok sudah ada yang beli? Bagaimana caranya? Fokus pada kepentingan prospek, bukan produk anda. Tempatkan diri anda sebagai teman, bukannya penjual.
Apakah anda sering minta saran pada teman sebelum membeli sesuatu? Begitu juga dengan prospek anda. Jika anda berhasil memposisikan diri sebagai teman mereka, maka anda sudah sukses menjual sebelum berjualan.
Saat itu terjadi, prospek sudah "membeli" kepercayaan pada diri anda. Karena sebagai teman, rekomendasi anda menjadi penting dan diperlukan sebelum mereka membeli suatu produk.
I think not wrong to try this way to be success.........................
Langganan:
Postingan (Atom)
Ini loh Permataku
Mudah2an permataku jadi permadaniku dalam kehidupanku



